Save Pemilu 2024, AMI dan Aliansi Pemuda-Pemudi Jatim gelar Aksi Damai di Grahadi

PERISTIWA DAERAH819 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Aliansi Pemuda-Pemudi bersatu bersama Aliansi Madura Indonesia (AMI) Jawa Timur menggelar aksi damai di depan Gedung Grahadi Provinsi Jatim, Selasa (5/2/2024) siang.

Aksi damai ini sebagai bentuk dukungan dan apresiasi penyelenggara Pemilu 2024 oleh KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara.

“Jangan Intimidasi Demokrasi, #save pemilu 2024,” tulis mereka dalam spanduk besarnya.

Selain itu, dalam orasi dan spanduk-spanduk yang yang dibentangkan, mereka juga menolak wacana hak angket, karena dianggap kurang tepat.

Kukuh Setya, koordinator aksi yang menolak Hak Angket menyatakan bahwa Aliansi Pemuda-Pemudi bersatu menggelar aksi damai sebagai upaya mengajak masyarakat luas, khususnya Gubernur Jawa Timur untuk mengapresiasi kinerja dari KPU dan Bawaslu yang sudah bekerja maksimal untuk menyelenggarakan Pemilu yang adil.

“Kami merasa, suara yang diperoleh pada 14 Februari lalu adalah suara yang betul tumbuh dari suara rakyat,” ungkap Kukuh, kepada awak media.

“Jadi kita mengedukasi khususnya kepada masyarakat Kota Surabaya untuk tetap semangat mendukung siapapun yang bakal menjadi pemimpin Indonesia kedepan,” ucapnya.

Terkait ramai wacana Hak Angket, Kukuh menyatakan untuk menolak, karena dianggap salah wadah yang seharusnya di Gakumdu dan MK apabila ada persengketaan Pemilu.

Sementara Joko Irawan, Korlap Aksi yang sama, menghimbau agar masyarakat tidak terpecah belah dengan adanya isu kecurangan Pemilu 2024 yang dikeluarkan sekelompok politisi dengan kepentingan tertentu.

“Kami idak memihak kubu manapun dan hanya mengapresiasi kinerja KPU dan Bawaslu dengan harapan pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan lancar,” kata Joko Irawan yang karib di panggil Glewoh.

Ia juga menghimbau agar tidak ada pihak-pihak yang menyebar fitnah soal pemilu curang. Dia menyarankan agar menempuh prosedur hukum jika ada indikasi kecurangan.

“Jangan membuat berita hoax dan fitnah bahwa KPU curang. Kalaupun ada kecurangan silakan gunakan prosedur hukum yang berlaku, jangan hanya karena ketakutan akan hasil quick count sudah menyebarkan isu dan fitnah, tunggu hasil resmi dari KPU,” serunya.

Menariknya, di waktu yang bersamaan gabungan masyarakat, buruh dan mahasiswa juga menggelar aksi menolak Pemilu curang sekaligus mendukung Hak angket yang di wacanakan untuk menyelidiki proses Pemilu 2024.

Kedua aksi ini sama-sama membawa spanduk dan speaker untuk menyampaikan pernyataan mereka. Sementara puluhan aparat kepolisian di siagakan untuk menghindari bentrok kedua kubu yang berbeda pendapat. (dk/nw)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *