Sandiaga Uno: Meningkatkan Kontribusi Industri Film dalam Perekonomian Indonesia

Film, PEMERINTAHAN635 Dilihat

Diagram Kota Jakarta – Industri film Indonesia telah menjadi salah satu sektor yang penting dalam pengembangan ekonomi kreatif bangsa. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menekankan pentingnya industri film dalam meningkatkan kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045.

Sandiaga menyatakan keyakinannya bahwa dengan pertumbuhan industri perfilman yang lebih tinggi, dampak ekonominya pun akan ikut meningkat.

“Kita berharap dengan industri perfilman yang lebih tinggi, dampak ekonominya bisa meningkatkan kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Sandiaga dalam peringatan Hari Film Nasional di Jakarta, Sabtu (30/3/2024).

Menurut Sandiaga, produksi film Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dan mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini tidak hanya membuka peluang bisnis, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat.

“Sebagai contoh, film “Premier KKN Badarawuhi” yang baru-baru ini dirilis berhasil menciptakan 1000 lapangan pekerjaan, sementara film-film dengan anggaran lebih kecil juga mampu menciptakan ratusan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Jacob Ereste: Sikap Tak Bijak Pendeta Gilbert Emanuel Lumoindong Yang Tidak Cerdas

Salah satu contoh sukses dari dampak positif industri film adalah film “Laskar Pelangi” yang dibuat di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Film ini tidak hanya mendapat sambutan positif di pasar, tetapi juga berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

“Berkat film ini, kunjungan wisata ke Belitung meningkat hingga 37 persen, dengan peningkatan jumlah penerbangan yang signifikan,” lanjut Sandiaga.

Sandiaga juga menyoroti peran pemerintah dalam mendukung industri film. Pemerintah memiliki tiga “an” yang menjadi fokus utama, yaitu anggaran, kebijakan, dan kehadiran.

Dengan dukungan dari pemerintah dalam hal anggaran yang memadai, kebijakan yang mendukung keselamatan kerja, serta kehadiran yang aktif, diharapkan industri film nasional dapat terus berkembang.

Baca Juga :  Penerbangan di Rute Jember-Sumenep Selama Libur Lebaran 2024 Penuh Penumpang

Sementara itu, Ketua Umum Parfi’56 Marcella Zalianty mengatakan bahwa film Indonesia menghasilkan penonton sebanyak lebih dari 54 juta orang dengan pangsa pasar 61 persen pasca adanya pandemi COVID-19.

“ Ini tentu saja adalah angka yang belum pernah kita dapatkan kalau kita lihat sebelum pandemi COVID-19 lalu. Dan sejalan dengan fakta tersebut beberapa aktor nasional terlihat dalam produksi bertaraf internasional, juga berpartisipasi dalam film kancah internasional,” kata Marcella.

Marcella juga mengatakan bahwa bioskop masih tetap menjadi instrumen pendapatan nomor satu bagi penjualan perfilman nasional saat ini.

Dia berharap industri film Indonesia ke depan mampu bersaing dengan raksasa industri film Asia. Apalagi beragam kebijakan strategi dan penyederhanaan regulasi telah dilakukan oleh pemerintah, sebagaimana pemerintah telah mencabut film dari daftar negatif investasi

Baca Juga :  Meriahnya Acara Halal Bihalal di SDN 1 Kampung Dalam Kecamatan Kota Tulungagung

“Artinya semakin terbuka kesempatan bagi pemerintah bersama industri untuk juga berproduksi, dan dengan itu kita juga tetap berharap adanya aturan turunan sehingga potensi itu juga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi perfilman SDM,” kata Marcella.

Dengan potensi yang besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pariwisata, dan memperkuat ekonomi kreatif, industri film Indonesia memiliki peran yang penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Diperlukan kerjasama antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat untuk terus mendukung pertumbuhan industri film agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi bangsa dan negara. (dk/ria)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *