Operasi Senyap Kecurangan Pemilu 2024 Ala Jokowi

FORUM OPINI1015 Dilihat

OPERASI SENYAP KECURANGAN PEMILU ALA JOKOWI.

Oleh: Saiful Huda Ems. 

Diagram Kota Surabaya – Bahkan beberapa pemuka agama yang berpengaruh di daerah-daerah diundang oleh Jokowi ke istana secara diam-diam menjelang hari H PEMILU untuk mendukung Pilpres 1 putaran dengan alasan penghematan dana.

Ini artinya Jokowi dari awal sudah berniat buruk untuk memaksa Pilpres hanya 1 putaran, meskipun fakta sebenarnya kalau mau jujur saat Pilpres diselenggarakan, paslon 02 tidak mencapai target di atas 50 %.

Artinya Pilpres itu seharusnya 2 putaran, dan bukan 1 putaran seperti yang dikehendaki oleh Jokowi, yang selalu gemetar, dihantui kecemasan anaknya (Gibran Rakabuming) akan kalah dalam pertarungan Pilpres 2024.

Sekarang berbagai fakta telah menunjukkan, bahwa kecurangan dalam Pilpres dan Pileg itu nyata-nyata ada, dan bisa dibuktikan oleh pakar audit forensik.

Dari sebuah sumber terpercaya saya mendapatkan banyak informasi akurat seperti ini. Apakah kita semua sudah mengerti bahwa hasil survei jajak pendapat untuk diajukannya Hak Angket telah mencapai 62.2% yang setuju? Angka 62.2% yang setuju diajukannya Hak Angket itu memiliki makna, bahwa;

Baca Juga :  Jacob Ereste: Sikap Tak Bijak Pendeta Gilbert Emanuel Lumoindong Yang Tidak Cerdas

1). Pemilih 02 dan Parpol pengusungnya dipastikan tidak setuju dengan Hak Angket. Sedangkan pemilih 01 dan 03 dipastikan setuju dengan diadakannya Hak Angket oleh DPR R.I. Selain itu, angka 62.2 % merupakan sejatinya perpaduan suara pemilih 01 dan 03.

2). Dari audit forensik Sirekap ditemukan bukti bahwa setelah Sirekap dibuat shut down secara sengaja dari jam 14:00 sampai jam 19:21 pada tanggal 14 Februari 2024, kesempatan tersebut digunakan untuk memasukkan program lain dengan memasukkan JSON Script yang di dalamnya ada algoritma untuk mengunci peolehan Ganjar Pranowo-Mahfud MD maksimum 17% serta mem- by pass MFA (Multi Factors Authentication), sehingga manipulasi C1 bisa berjalan.

Baca Juga :  Jacob Ereste: Sikap Tak Bijak Pendeta Gilbert Emanuel Lumoindong Yang Tidak Cerdas

Dari pengecekan IP lembaga survey juga menunjukkan bahwa terjadi intersep QC sehingga QC pun dimanipulasi dengan mengintersep 2000 data sample yang dipakai untuk QC. Dengan manipulasi QC maka kubu 02 diuntungkan. QC langsung membuat pertahanan 01 dan 03 jebol dan rakyat digiring untuk terima QC.

3). Persetujuan responden sebesar 62.2% menggambarkan perpaduan suara 01 dan 03, jadi nampak suara 02 sebenarnya tidak besar-besar amat, maksimal hanya 43%.

4). Manipulasi QC juga terbukti dengan pengembosan Gerindra. Dalam exit pol, Gerindra lebih besar dari Golkar. Kalau ini terjadi akan menjadi ancaman bagi Jokowi di dalam mengendalikan Prabowo di masa depan ketika Jokowi nantinya sudah tak lagi menjadi presiden. Maka dilakukanlah operasi khusus (Opsus), dan mendadak hasil QC Gerindra berada di no urut 3.

Baca Juga :  Jacob Ereste: Sikap Tak Bijak Pendeta Gilbert Emanuel Lumoindong Yang Tidak Cerdas

Kesimpulan:

1). Bahwa Pemilu Presiden berlangsung 1 putaran menunjukkan dugaan hasil intervensi kekuasaan dan ciptaan penguasa persis seperti di zaman Orde Baru. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Qodari pada tanggal 5 Januari 2024 yang sudah menyebut Ganjar Pranowo-Mahfud MD hanya akan memperoleh suara 17%.

Dugaan Pilpres yang disetting ini juga diperkuat ajakan untuk hadir di pidato kemenangan 02 di Istora dimana undangan beredar pada tgl.13 Februari malam, atau sehari sebelum Hari H Pemilu.

2). Berbagai data dari normalisasi JSON Script pada tanggal 16 Februari 2024 jam 3 pagi menunjukkan, potensi besar Pemilu 2 putaran yakni Paslon 02 dan 03. Ini menunjukkan kebenaran semakin terbuka dan terang benderang !.

“Ayo terus berjuang. Satukan seluruh energi persatuan untuk membongkar kecurangan Pemilihan Presiden 2024.” (dk/SHE)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *