Museum Nasional di Jakarta Terbakar

Berita, BUDAYA1181 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Konsentrasi di saat menikmati suguhan pertunjukan panggung seni budaya oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Jawa Timur di gedung Cak Durasim di jalan Genteng Kali Surabaya pecah, terganggu oleh pesan Whatsapp. Pesan itu mengabarkan Museum Nasional di Jakarta terbakar. Kejadiannya sekitar pk 20.00 pada Sabtu malam (16/9/23).

Pertunjukan, yang mengetengahkan Konser Musik tentang Geopuisilosofi: Kataklastik Budaya Jawa Timur – Pertemuan Tiga Lempeng Dunia, disuguhkan sangat apik dan memukau. Yang terganggu konsentrasinya adalah mereka yang peduli sejarah budaya dan yang menerima pesan Whatsapp itu. Lainnya tetap menikmati jalannya pertunjukan musik dan puisi “Geopuisilosofi”.

ementara si penerima pesan Whatsapp yang juga pengelola Museum Online Wilwatikta, Deddy Endarto, gusar. Dia tidak bisa konsentrasi melihat tontonan panggung musik puisi yang penuh filosofi alam dan bebatuan (geologi). Di tengah kesunyian studio Cak Durasim, ia justru sibuk mencari sumber penyebab kejadian kebakaran di Museum Nasional Jakarta. Ia juga terlihat sibuk membuat status di akun Facebooknya.

Baca Juga :  Dongkrek, Kesenian Bersejarah Penyelamat dari Wabah di Madiun. Ini asal usulnya!

Pada malam itu, Sabtu (16/9/23), Museum Nasional dikabarkan terbakar. Dikutip dari NU Online bahwa bagian dari museum yang terbakar adalah di belakang gedung A.

“Ada 4 ruangan di Museum Nasional yang terbakar. Ruangan itu di pojok belakang: 2 ruangan sayap kanan dan 2 ruangan lagi di tengah”, kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, yang datang bersama Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, sesaat setelah pemadaman api mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

“Alhamdulillah, insyaallah tidak ada sama sekali, sampai saat ini, terlapor korban apa pun, luka maupun jiwa,” ungkap Nadiem, didampingi Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Ia juga mengapresiasi aparat kepolisian dan pemadam kebakaran, yang cepat hadir dan mengisolasi api tersebut, tulis NU Online.

Atas kejadian ini menjadikan perhatian bagi semua pengelola museum. Sekali artefak yang dipajang itu jadi korban, maka sulit dikembalikan. Jika gedung yang jadi korban masih bisa dikembalikan seperti musibah kebakaran yang menimpa Museum Bahari pada Januari 2018. Sekarang kondisi fisik bangunan itu sudah dikembalikan.

Baca Juga :  Sosok Joko Suwiono, Pengrajin Wayang Kayu yang Melestarikan Budaya Jawa

“Semoga kejadian ini tidak ada korban pada artefak. Jika karena kebakaran itu ada plafon, yang terbakar dan menjatuhi artefak di bawahnya, bisa jadi benda yang jatuh mematahkan artefak di bawahnya atau membakar naskah naskah kuno yang ada”, kata Deddy Endarto.

Dikutip dari JPNN.com (16/9/23), yang menulis bahwa berdasarkan laporan kebakaran Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, kronologi kebakaran berawal ketika petugas keamanan sedang melaksanakan apel.

Tidak lama kemudian sekitar pukul 19.58 WIB, terjadi ledakan yang cukup besar dari arah bedeng proyek yang sedang mengerjakan renovasi di Museum Nasional.

Peristiwa ini harus menjadi perhatian bagi semua pengelola museum untuk memikirkan dan antisipasi bahaya kebakaran yang mungkin saja terjadi.

Dengan rasa duka kami ingin memberikan informasi bahwa pada hari sabtu, 16 September 2023, pukul 20.08 terjadi insiden kebakaran yang melanda Museum Nasional Indonesia (MNI).

Sebagai gambaran MNI terbagi menjadi tiga bagian: Gedung A, Gedung B dan Gedung C. Saat ini kebakaran terjadi di belakang Gedung A dan sampai dengan pukul 21.45 api sudah berangsur dilokalisir oleh petugas pemadam kebakaran. Bekerja sama dengan pihak yang berwajib, MNI sedang melakukan pengamanan lebih lanjut.

Baca Juga :  Dongkrek, Kesenian Bersejarah Penyelamat dari Wabah di Madiun. Ini asal usulnya!

Saat ini prioritas utama kami adalah perlindungan artefak berharga dan benda benda bersejarah yang ada di dalam Museum. Petugas pemadam kebakaran sedang bekerja dengan upaya maksimal untuk memadamkan api dan menghindari kerusakan terhadap koleksi dan benda bersejarah.

Begitu api padam, kami akan langsung mengerahkan tim investigasi internal untuk menentukan penyebab pasti kebakaran serta melakukan pendataan terhadap koleksi baik yang terdampak maupun yang sudah diamankan . Kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa investigasi ini berjalan dengan transparan.

Kami akan terus memberikan informasi secara berkala kepada media dan masyarakat seiring dengan perkembangan situasi. Kami memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar peristiwa ini dapat segera berangsur membaik. (ev/dk)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *