Sejarah dan Asal-Usul Hari Raya Galungan.

Sejarah793 Dilihat

Diagram Kota Denpasar – Hari Raya Galungan adalah salah satu peringatan keagamaan bagi umat Hindu di seluruh Indonesia. Peringatan ini dirayakan setiap 6 bulan sekali dalam kalender Bali atau setiap 210 hari.

Pada tahun 2023 ini, peringatan Hari Raya Galungan diperingati sebanyak 2 kali. Yakni pada tanggal 4 Januari 2023 lalu dan tanggal 2 Agustus 2023.

Apa Itu Hari Raya Galungan? Hari Raya Galungan adalah hari raya keagamaan bagi umat Hindu untuk memperingati terciptanya alam semesta dan seluruh isinya. Selain itu, juga untuk merayakan kemenangan dharma (kebenaran) melawan adharma (kejahatan).

Sebagai bentuk ungkapan syukur, maka umat Hindu akan merayakan Hari Raya Galungan ini dengan melakukan persembahan pada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara (dengan segala manifestasinya).

Saat peringatan hari raya ini, maka umat Hindu akan memasang Penjor (semacam hiasan bambu sesuai tradisi masyarakat bali) di tepi jalan setiap rumahnya yang merupakan aturan kehadapan Bhatara Mahadewa.

Sejarah dan Asal-Usul Hari Raya Galungan : Kata “Galungan” berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti bertarung. Galungan juga biasa disebut dengan ‘dungulan’ yang artinya menang. Meski terdapat perbedaan penyebutan Wuku Galungan di Jawa maupun Wuku Dungulan di Bali, keduanya memiliki arti yang sama yaitu wuku yang kesebelas.

Adapun sejarah awal mula perayaan Galungan ini tidaklah diketahui secara pasti. Namun, menurut mantan Dirjen Bimas Hindu dan Buddha Departemen Agama RI, I Gusti Agung Gede Putra menyebut, Hari Raya Galungan sudah dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia sebelum populer di pulau Bali.

Sementara itu menurut Lontar Purana Bali Dwipa, Hari Raya Galungan pertama kali dirayakan pada hari Purnama Kapat (Budha Kliwon Dungulan) di tahun 882 Masehi atau tahun Saka 804. Dalam kitab atau pustaka suci umat Hindu tersebut disebutkan,

“Punang aci Galungan ika ngawit, Bu, Ka, Dungulan sasih kacatur, tanggal 15, isaka 804. Bangun indria Buwana ikang Bali rajya.”

Artinya : “Perayaan (upacara) Hari Raya Galungan itu pertama-tama adalah pada hari Rabu Kliwon, (Wuku) Dungulan sasih kapat tanggal 15, tahun 804 Saka. Keadaan Pulau Bali bagaikan Indra Loka.

Dalam perayaannya, Hari Raya Galungan selalu diiringi dengan Hari Raya Kuningan. Jika Galungan adalah hari untuk merayakan kemenangan, maka Kuningan adalah perayaan khusus untuk memohon keselamatan, perlindungan dan tuntunan lahir batin kepada Dewa, Bhatara dan para Pitara.

Perhitungan perayaan kedua hari raya tersebut berdasarkan kalender Bali. Galungan diperingati setiap hari Rabu pada wuku Dungulan, sedangkan Kuningan dirayakan pada hari Sabtu wuku Kuningan. Jarak antara Galungan dan Kuningan sendiri adalah 10 hari. (dk/niluh ishanori)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *