Sejarah Awal Mula Perempuan Memakai Anting di Telinga.

Sejarah2398 Dilihat

Diagram Kota Surabaya –  Tindikan pada telinga dan pemakaian anting di telinga merupakan salah satu pembeda antara perempaun dan laki-laki. Jika dipertanyakan, siapakah perempuan pertama yang menindik telinganya dan memakai anting? Jawabannya adalah Siti Hajar, istri Nabi Ibarahim.

Dikutip diagramkota.com dari ceramah Gus Baha yang diunggah di akun tiktok @zafillah, berikut penjelasannya.

Gus Baha menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim pernah disentak Siti Sarah hingga membuatnya kebingungan. Namun, Nabi Ibrahim jago mengakali kemarahan istrinya tersebut.

Siti Sarah merupakan perempuan yang sangat cantik dari kalangan bangsawan. Namun Nabi Ibrahim juga menikahi Siti Hajar yang juga cantik, tetapi dari kalangan orang biasa.

Suatu saat Siti Sarah itu cemburu, cemburu betul. Aku orang priayi disaingi orang biasa, Siti Hajar,” kata Gus Baha.

Lalu Siti Sarah berkata pada Nabi Ibrahim; “Pokoknya aku mengakui engkau orang baik, tapi aku ini istri pertamamu, syaratnya engkau harus melukai Siti Hajar,” pinta Siti Sarah kepada Nabi Ibrahim.

Akhirnya, Nabi Ibrahim mengakali permintaan Siti Sarah untuk menyakiti Siti Hajar. Nabi Ibrahim pun melukai telinga Siti Hajar dengan cara menindiknya.

Dia menjadi orang pertama menindik telinga, bahkan perempuan pertama dalam sejarah. Setelah dilukai telinga Siti Hajar oleh Nabi Ibrahim, Siti Sarah senang sekali karena sudah dilukai.

Setelah dilukai, Nabi Ibrahim justru memakaikan anting sehingga Siti Hajar semakin cantik. Siti Sarah pun tidak bisa membantah karena Nabi Ibrahim sudah melukai Siti Hajar sesuai yang diminta.

Jadi dari sanalah, anting yang dipakai oleh perempuan yang menjadi tradisi terus menerus. Sejarahnya berawal dari permintaan Siti Sarah pada Nabi Ibrahim AS untuk melukai Siti Hajar.

Tradisi menindik telinga dan memakaikan anting untuk perempuan masih dilakukan hingga tahun millennial ini. Para ulama menyatakan bahwa hukum menindik telinga dan memakai anting bagi anak perempuan dibolehkan.

Hal tersebut ditunjukan oleh adanya iqrar atau pengakuan dari Rasulullah terhadap tradisi perempuan tersebut. Dari Jabir bin ‘Abdillah menceritakan bahwa Rasulullah bersabda ;

“Maka para wanita menyedekahkan perhiasan-perhiasannya, mereka meletakkan anting-anting dan cincinnya pada baju Bilal” (HR. Al Bukhari Muslim)”. (dk/akha)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *