Patuh Komando, Gibran harus lebih berhati-hati Bermanuver Politik

FORUM OPINI, POLITIK978 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Presiden Jokowi seyogyanya bisa menertipkan keluarganya terkait dukungan capres 2024. Hal itu dinyatakan Surokim Abdus Salam pengamat komunikasi politik Universitas Trunojoyo Madura dalam keterangan tertulisnya, Minggu 21 Mei 2023.

Presiden Jokowi, menurut Surokim, sejauh mungkin harus bisa lebih berhati-hati dan lebih elok jika terus bisa menyamakan frekuensinya dengan PDI Perjuangan terkait dengan pilpres 2024.

“Ada banyak faktor yang membuat presiden jokowi harus tegak lurus dengan PDIP. Relasi itu sejauh ini bisa terjaga baik selama ini,” ungkapnya.

Semua orang di republik ini juga tahu bahwa naiknya pak jokowi di eksekutif tidak lepas dari restu PDIP. Bagaimanapun ada faktor kesejarahan panjang yang tidak bisa diabaikan dan dilupakan dalam relasi khusus ini. Dan hal itu, seharusnya tidak dicederai karena bisa berpotensi membuat disharmoni.

Baca Juga :  Ketua Projo Jatim, Bayu Airlangga, Resmi Mendaftar Bacawali Surabaya ke PSI

“Pak Jokowi, Bu Mega, dan PDIP adalah trisula, tidak bisa dipisahkan dalam membangun sejarah perjalanan bangsa selama 2 dekane ini. Dan sejarah itu sy pikir perlu dipahami juga oleh keluarga pak jokowi agar selalu bisa saling menguatkan,” ucap Surokim.

“Sy pikir PDIP dengan jasa baiknya selama ini telah membawa Presiden Jokowi dan keluarga pada 7 kemenangan selama hampir 20 tahun , 2 kali walikota, 1 kali gub dan 2 kali presiden plus Walikota Solo utk Gibran dan Medan utk Bobi. Satu keistimewaan yang bahkan tidak di dapatkan oleh keluarga Bung Karno sekalipun,” katanya.

“Keadaan tersebut, kata Surokim, tentu dipahami oleh pak Jokowi agar bisa menertibkan anaknya. Sebab kalau mereka lupa sejarah, hal itu potensial bs merugikan relasi ke depannya dan tentu itu patut disesalkan” ujar surokim abdus salam pengamat komunikasi politik UTM kepada media.

Baca Juga :  Rakorancab, PDIP Jambangan Siap Bergerak Cepat Menangkan Kembali Eri-Armuji

Sebagaimana diketahui dinamika dan tensi pilpres 2024 mulai meninggi dan tentu akan berlangsung lbh sengit sehingga butuh disiplin kader dan konsolidasi internal. (dk/nw)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *