Kopral Satu Agus Winarto Yang Cedera Punggung 20 Tahun, Mendapat Kunjungan Pangdam V Brawijaya.

DAERAH, TNI969 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD V/Brawijaya Shally Farid Makruf, usai Shalat Id, bergegas menapaki Gang Sekolahan di Jalan Gajah Mada Surabaya, Sabtu (22/4/23).

Masih dengan baju koko dan kopiah hitam, Pangdam V/Brawijaya beserta sejumlah pejabat utama di Kodam V/Brawijaya mengunjungi kediaman Kopral Satu Agus Winarto.

Kopral Satu Agus Winarto, adalah prajurit TNI yang cedera tulang punggung saat latihan pembentukan pertama Batalyon Infanteri Raider 500/Sikatan pada 2003. Dia terjatuh ke jurang di Desa Sempol tak jauh dari kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi.

Praktis sejak saat itu, ia tak bisa berdinas sebagaimana mestinya. Saat dikunjungi Pangdam Koptu Agus Winarto tak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Ia sumringah dan terlihat bersemangat.

Baca Juga :  Surabaya tercatat Pengaduan Korupsi Tertinggi di Jatim, Ini Klarifikasi Walikota Eri!

“Kami sekeluarga berterima kasih atas kunjungan Bapak Pangdam. Kami merasa bangga, karena benar-benar diperhatikan oleh pimpinan. Insya Allah Bapak Pangdam senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan dan keberkahan hidup,” ucap Agus dan istrinya sembari menahan keharuan.

Mayjen TNI Farid Makruf tanpa sungkan-sungkan langsung menyapa Koptu Agus dan istrinya. Ia prihatin setelah mendengar masalah yang mendera prajurit TNI ini yang hanya bisa tinggal di Mess Kodim 0814. Tak punya rumah tinggal sendiri.

Sementara cedera tulang punggung ini sudah dideritanya selama 20 tahunan ini. Saat ini, Koptu Agus masih terhitung berdinas di Kodim 0832/Surabaya Selatan di lingkungan Korem 084/Bhaskara Jaya Surabaya.

“Tetap semangat ya, bersabar hingga menunggu waktu dinas selesai empat tahun ini. Nanti kalau sudah pulang kampung, cari rumah BTN, saya bantu uang mukanya untuk beli rumah”, kata Pangdam.

Baca Juga :  Puncak BBGRM XXI Provinsi Jatim Tampilkan Keberhasilan dan Dedikasi Luar Biasa

“Dicicilnya nanti pakai uang pensiun, ada masalah apa-apa jangan sungkan-sungkan menyampaikannya pada saya,” begitu Farid menyemangati prajurit TNI kelahiran Ponorogo, 10 September 1975 ini.

Pangdam juga menyapa Maesa Ramadhani Winarto (19), anak lelaki Koptu Agus yang berencana masuk Sekolah Calon Bintara TNI AD. Ia meminta agar Maesa dipersiapkan. Babinsa setempat diminta untuk melatih Maesa. (dk/akha)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *