Ziarah Ke Makam Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno Di Kota Blitar.

DAERAH, Sejarah1627 Dilihat

Diagram Kota Blitar – Makam Soekarno atau biasa disebut Makam Bung Karno adalah kompleks pemakaman presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang didesain dengan arsitektur khas Jawa, yaitu bangunan joglo.

Kompleks tersebut terletak di Bendogerit, Sananwetan, Blitar, dan dibangun di akhir 1970-an. Ratusan ribu peziarah, baik rohani maupun politik, mengunjungi makam tersebut setiap tahun.

Makam Bung Karno merupakan komplek pemakaman presiden pertama Republik Indonesia, yaitu Ir. Soekarno. Dibagun di akhir tahun 1970-an dan didesain dengan arsitektur khas Jawa yaitu bangunan Joglo.

Makam Bung Karno sendiri terletak di samping makam-makam orangtuanya. Terdapat pula makam Ayah dan Ibu Bung Karno. Juga terdapat batu pualam hitam yang terletak di belakang batu nisan makam untuk memperingati karya Soekarno.

Kompleks makam Soekarno memiliki luas sebesar 1,8 hektar. Dibagi menjadi tiga bagian yaitu halaman, teras, dan pendopo/mausoleum. Pembagian menjadi tiga tersebut sesuai dengan kepercayaan Jawa mengenai tiga tahap kehidupan. yaiutu janin, kehidupan dan kematian.

Baca Juga :  Diskominfo Jatim Rilis APPS Jatimprov untuk Optimalisasi Layanan Digital

Disekitar kompleks juga terdapat sejumlah patung dan relief yang menggambarkan jalan kehidupan Soekarno. Sejak tahun 2004, ditambahkan bangunan baru yang menjadi satu kompleks dengan makam Bung Karno tersebut. Yaitu Perpustakaan dan Museum Bung Karno.

Lokasi makam Bung Karno cukup mudah untuk ditemukan. Makam Bung Karno berada di sebelah utara kota Blitar, di Jalan Ir. Soekarno No.152, Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur.

Selain berziarah ke makam Bung karno. Pengunjung juga bisa mengunjungi Museum Bung Karno atau Perpustakaan Nasional Bung Karno. Di museum ini, pengunjung dapat belajar mengenai sejarah.

Sejarah perjalanan Bung Karno hingga sejarah bangsa Indonesia. Banyak sekali koleksi foto-foto Bung Karno, mulai aktivitas hingga peristiwa bersejarah. Disini juga terdapat benda-benda bersejarah Bung Karno.

Biasanya setelah mengelilingi kawasan makam bung karno, pengunjung juga dapat mengunjungi Istana Gebang dengan menggunakan becak yang tersedia di sekitar area kawasan makam.

Berjarak sekitar 2 Km dari kawasan Makam Bung Karno, terdapat rumah yang menjadi rumah masa kecil Bung karno. Rumah tersebut dinamai Istana Gebang.

Baca Juga :  Pj Gubernur Jatim Buka Musrenbang RSUD Dr. Soetomo 2025: Optimisme Layanan Kesehatan Berkualitas

Untuk menuju ke Istana Gebang, para wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi, ojek, taksi online. Atau dengan menaiki becak yang berada di sekitar area makam.

Di halaman Istana Gebang, anda akan melihat patung Ir. Soekarno sekaligus mobil antik kesayangan beliau. Kemudian terdapat perabotan dan barang-barang antik yang masih menghiasi rumah ini.

Jika anda berkunjung ke Istana Gebang pada tanggal 6 Juni, biasanya ada acara-acara khusus untuk memperingati hari kelahiran sang Proklamator

Pengunjung yang datang, baik perorangan maupun rombongan, hanya perlu mengisi daftar tamu dan telah disiapkan pemandu untuk membantu menjelaskan berbagai hal tentang Istana Gebang. Bangunan utama yang luasnya sekitar 400 meter persegi memiliki enam ruang utama yang besar.

Ruangan tersebut terdiri dari ruang tamu, kamar tidur tamu pria, kamar tidur tamu wanita, kamar tidur masa muda Bung Karno, ruang keluarga, dan kamar tidur utama yang pernah digunakan Bung Karno ketika menjabat sebagai presiden. Kamar tidur pribadi Bung Karno saat menjadi presiden dilengkapi kamar mandi di dalamnya.

Baca Juga :  KPwBI Jati gandeng DPMPTSP selenggarakan East Java Investment Dialogue 2024

Setiap ruangan menyimpan perabotan dan peralatan yang masih asli, sama ketika dahulu digunakan Bung karno. Di antaranya meja dan kursi tamu yang terbuat dari kayu jati, ranjang tidur besi, dan meja makan keluarga.

Ada juga benda-benda memorabilia milik bung Karno pribadi, seperti koper, tongkat, radio, pemutar piringan hitam, meja kerja beserta mesin ketiknya, dan mobil sedan Mercedes tipe 10.

Mobil ini sudah tidak bisa dipakai lagi, namun keberadaannya tetap dirawat. Sedan ini dahulu digunakan untuk menjemput Presiden Soekarno dari Pangkalan Udara Abdurahman Saleh di Malang saat berkunjung ke rumah orangtuanya di Bitar. Mobil berpelat nomor AG 390 N ini juga biasa digunakan Bung Karno untuk beraktivitas selama berada di Blitar. (dk/mahsus)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *