Mahasiswa UMSIDA Bantu Kegiatan Ritual Banyu Pinaruh Desa Ngadirenggo

Kades Ngadirejo : Banyu Pinaruh adalah sebuah ritual Melukat atau penyucian diri

PENDIDIKAN920 Dilihat

Diagram Kota Blitar – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) Proyek Desa Tim Blitar pada minggu ke-tiga program MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka). Guna membantu kegiatan dokumentasi Ritual Banyu Pinaruh di dusun Perkebunan Sirah Kencong.

Dalam gelaran tersebut, dihadiri oleh Pak Rizky Rendyana Kepala Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar tanggal 23 Oktober 2022.

Pelaksanaan Ritual Banyu Pinaruh pada pagi hari yaitu sehari setelah Hari Raya Saraswati setiap 210 hari atau sekitar 6 bulan.

“Banyu Pinaruh adalah sebuah ritual Melukat atau penyucian diri di mana hari tersebut adalah hari yang baik untuk memohon sumber air pengetahuan untuk membersihkan kotoran atau kegelapan pikiran. Masyarakat Hindu melakukan penyucian di sumber mata air,” beber Rizky.

Baca Juga :  Temuan Kelebihan Bayar BPKAD Kabupaten Blitar Pada Pekerjaan Jalan Dinas PUPR

Sementara itu, Proses ritual penglukatan itu sendiri merupakan bagian dari ibadah umat Hindu Wlingi berada di mata air terjun Sirah Kencong. Kemudian, setelah melakukan penglukatan berjalan beriringan menuju ke Candi Sirah Kencong untuk sembahyang bersama.

Tak hanya itu, ada persiapan sebelum melakukan sembahyang. Yakni menaruh buah-buahan di dekat Candi. Selanjutnya, proses penyiraman disekitar area dan makan bersama sebagai penutup ritual. (dk/ars)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *