Percasi Surabaya Gelar Kompetisi Catur Pelajar , Diikuti Pecatur Termuda Berusia 6 Tahun

Olah Raga883 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Bertepatan dengan Haornas Ke 39,Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Surabaya menggelar Kompetisi Catur Pelajar Surabaya diikuti oleh Puluhan anak-anak dan pelajar yang tampak antusias di Warkotea, Jalan Dukuh Kupang, Sabtu 10 September 2022.

Para pecatur cilik berusia 6 hingga 15 tahun tampak begitu bersemangat dan serius mengikuti jalannya pertandingan dengan Ditemani oleh orang tuanya.

Ketua Percasi Surabaya Budi Leksono mengatakan, Kompetisi Catur Pelajar Surabaya dihelat dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-39 tahun 2022.

Selain itu, melalui ajang ini pula diharapkan dapat menjaring bibit-bibit unggul di cabang olaharaga (cabor) catur, khususnya di tingkat junior.

“Kompetisi catur bagi anak-anak dan pelajar ini bertujuan untuk menstimulasi olahraga catur kepada generasi muda. Di samping itu, kita juga ingin mengajak pecatur muda untuk lebih gemar bermain catur,” ujar Budi Leksono.

Baca Juga :  HJKS 729 Gelar Istighosah,PDIP Apresiasi Walikota Eri Cahyadi

Dalam kompetisi yang diikuti 34 anak ini, para pecatur cilik berlatih tanding selama lima babak. Enam terbaik mendapatkan trophy dan hadiah dari Percasi Surabaya.

Buleks, sapaan akrab Budi Leksono menambahkan bahwa ajang kompetisi rutin digelar oleh Percasi Surabaya. Dan pada kesempatan kali ini, pihaknya sukses mendapatkan peminat catur berusia muda.

“Alhamdulillah pada kompetisi ini kita mendapatkan beberapa anak yang berminat dalam olahraga catur. Bahkan masih muda berusia enam tahun dan mereka bisa bermain catur,” kata Politisi PDI-P Surabaya ini.

Diakui Buleks, mencari bibit muda di cabor catur cukup sulit. Karena itu, dengan berhasil didapatkannya pecatur muda tersebut menjadi capaian yang sangat luar biasa.

Ke depan, Buleks berharap bakat dan minat para pecatur cilik tersebut mendapat dukungan dari orang tua. Sebab menurutnya, tanpa dorongan, dukungan, dan motivasi dari orang tua, sulit mempertahankan kegemaran anak-anak terhadap olahraga catur.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara ke 76, Polsek Bubutan Gelar Lomba Catur Dan Cek Kesehatan Gratis

“Kita mendorong adanya support dari orang tua. Lalu Percasi Surabaya akan terus berupaya dengan berbagai bentuk intervensi, salah satunya melalui kompetisi dan pelatihan yang digelar di sekolah maupun di kampung, supaya bakat junior semakin terampil dan terasah,” ujar Buleks.

“Dengan beragam upaya dari Percasi, maka kita bertekad menjadikan pecatur hebat yang dapat mewakili Surabaya di kejuaraan tingkat provinsi, nasional, maupun internasil. Apalagi Surabaya ini barometer prestasi,” sambungnya.

Sementara itu, salah satu peserta termuda berusia 6 tahun, Syafiqul Anam mengaku senang dapat mengikuti kompetisi catur yang dihelat Percasi Surabaya. Dia bahkan menunggu kompetisi berikutnya.

“Iya, seneng. Cita-cita mau jadi pemain catur hebat,” kata Syafiq.

Baca Juga :  Ketua Percasi Surabaya Dukung Cak Dullah Kembali Nahkodai KONI Surabaya

Ibunda Syafiq mengungkapkan, anak sulungnya itu memang menyukai permainan catur. Di rumah, seringkali berlatih bersama ayah Syafiq.

Usai mendengar ada kompetisi catur untuk anak-anak, keluarga Syafiq yang bermukim di kawasan Bulak Banteng ini pun bergegas menuju ke Dukuh Kupang.

“Dia baru dua bulanan ini belajar bermain catur. Tentu sebagai orang tua, kita sangat mendukung kegiatan positif anak. Apalagi om-nya Syafiq kan atlet catur, jadi kita support keinginannya untuk jadi atlet catur juga nantinya,” ucap ibunda Syafiq.

Selain Syafiq, ada dua anak berusia 6 tahun yang turut serta berlatih tanding di lokasi. Ketiga junior ini, nantinya akan digembleng oleh Percasi Surabaya agar bisa tampil di ajang yang lebih besar(*/dk)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *