oleh

Cegah Kanker Payudara, Arumi Bachsin Ajak Kaum Perempuan Deteksi Dini Dan Pola Hidup Sehat

Diagram Kota Surabaya – Kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia Serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2019 lalu, angka penderita kanker payudara mencapai 12.186 kasus.

Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak segenap elemen masyarakat terutama kaum perempuan untuk bersama-sama berkomitmen. Dalam pencegahan dan penanggulangan kanker terutama kanker payudara. Caranya melalui peningkatan edukasi, deteksi dini, penatalaksanaan kasus yang tepat, serta pola hidup sehat.

“Bila berbicara soal kanker, semua jenis kanker pasti menakutkan. Dan bagi kami kaum perempuan yang menjadi momok ada dua yakni kanker leher rahim dan kanker payudara. Untuk itu mari kita semua terus berkomitmen dalam pencegahan. Dan penanggulangan kanker sejak dini,” ajak Arumi saat menghadiri pembukaan Indonesian Issues on Breast Cancer ke-7 di Hotel Double Tree Surabaya, Sabtu (17/9/2022).

Baca Juga  Ketua Dekranasda Arumi : Semua UMKM Jatim Berhak Dapatkan Kesempatan yang Sama dalam Berusaha

Arumi mengatakan, awal mula pencegahan dan penanggulangan kanker payudara dari penyampaian informasi tentang resiko dan cara menghindarinya. Yakni dengan memberikan edukasi tentang perilaku gaya hidup sehat, sampai dengan mempromosikan anti rokok atau menurunkan resiko terpaan asap rokok.

“Perilaku ini merupakan pencegahan pertama yang dapat dilakukan. Untuk itu, TP PKK Provinsi Jatim, melalui kader-kader di dasa wisma, dapat mendukung melalui edukasi tisagaluh. Dengan terus memotivasi masyarakat melakukan perilaku hidup sehat, mengenalkan faktor risiko dan gejala. Serta menggerakkan masyarakat untuk dapat melakukan deteksi dini ke pelayanan kesehatan terdekat,” jelasnya.

Deteksi dini kanker payudara dengan skrining dan penapisan

Menurut Arumi, pencegahan kedua adalah dengan deteksi dini melalui skrining dan penapisan. Melakukan deteksi dini bisa kepada masyarakat yang sehat atau yang berisiko. Maupun masyarakat yang sudah merasakan adanya gejala-gejala awal kanker.

Baca Juga  Support UMKM Berbasis Pertanian, Arumi Bachsin Serahkan Bantuan 2 Unit Handtractor Bagi Petani Kediri

“Kita harus meningkatkan akses masyarakat kepada program – program deteksi dini yang ada melalui edukasi dan kampanye pemeriksaan secara massal. Program atau kegiatan deteksi dini pada masyarakat hanya akan berhasil apabila kegiatannya dihubungkan dengan pengobatan yang adekuat, terjangkau, aman, dan mampu laksana,” terangnya.

Lebih lanjut, Arumi mengatakan bahwa tujuan dari pengobatan adalah menyembuhkan, memperpanjang harapan hidup, dan meningkatkan kualitas hidup. Tujuan prioritas pengobatan harus pada kanker dengan stadium awal dan yang lebih berpotensial untuk sembuh.

“Pengobatan ini harus secara terpadu termasuk pendekatan psikososial, rehabilitasi dan terkoordinasi dengan pelayanan paliatif untuk memastikan peningkatan kualitas hidup pasien kanker. Hal ini juga menjadi tantangan kita bersama untuk terus memberikan pelayanan pengobatan yang berkualitas dan merata,” terangnya.

Baca Juga  Support UMKM Berbasis Pertanian, Arumi Bachsin Serahkan Bantuan 2 Unit Handtractor Bagi Petani Kediri

Dari data jumlah penderita kanker leher rahim, bahwa perempuan usia 30-50 tahun yang melakukan pemeriksaan sebanyak 361.956 orang atau hanya 8,5 persen dari total sasaran yang ada. Hal ini menjadi tantangan mengingat deteksi dini menjadi upaya kunci dalam pencegahan penyakit kanker.

“Kita semua sepakat walaupun mungkin beberapa studi menyatakan bahwa kanker payudara erat kaitannya dengan faktor hormonal maupun genetika, namun pencegahan utama adalah deteksi dini dan perilaku hidup bersih dan sehat,” pungkas Arumi. (dk1)

Share and Enjoy !

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.