by

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Jawa Timur kembali menggeliat pascapandemi Covid-19.

-BUDAYA-746 Views

Diagram Kota Malang – Di tengah maraknya isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan perselisihan antar-ras, etnis maupun agama di Indonesia, komunitas Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) se-Malang Raya berkomitmen untuk memperkuat toleransi dalam banyaknya perbedaan yang ada di masyarakat Indonesia.

Komitmen ini disampaikan dalam acara Halal Bihalal Kebangsaan yang dihadiri oleh perwakilan pemuka lintas agama se-Malang Raya di Regent Park Hotel Selasa, (10/5), yang kemudian disambung dengan dilakukannya deklarasi kebangsaan antarumat beragama di Kota Malang.

Komitmen dan deklarasi yang dilakukan ini diapresiasi penuh oleh Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko. Menurutnya, ini adalah wujud nyata dari pencanangan program pemerintah yaitu tahun toleransi, dan respons masyarakat atas program pemerintah tersebut.

“Kami memberi penghargaan setinggi-tingginya dan berterima kasih kepada keluarga besar PITI yang sudah menginisiasi diadakannya acara ini. Ini adalah wujud riil dari komitmen Kota Malang dalam menjunjung tinggi solidaritas dan toleransi masyarakatnya dalam berbangsa dan bernegara sejak dulu kala,” ujarnya lagi.

Pria yang akrab disapa Bung Edi ini juga mengingatkan risiko terjadinya perbedaan dan perselisihan di tengah keragaman agama, ras dan etnis yang ada di Kota Malang. Oleh karena itu, penting bagi seluruh umat beragama di Kota Malang menjaga dan merawat rasa toleransi, serta mengesampingkan ego masing-masing demi tujuan yang lebih besar, yaitu terwujudnya ketentraman antarumat beragama.

Sementara itu, Ketua PITI Malang Raya Dr. Sugiharta Tandya mengatakan, komitmen dan deklarasi ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah, yaitu mewujudkan kehidupan Indonesia yang damai dan sejahtera bagi semua kalangan. Selain itu, harapan dari diadakannya acara ini juga adalah mampu menumbuhkan rasa saling toleransi dan saling menghargai dalam kesatuan NKRI.

“Toleransi yang diharapkan terwujud adalah toleransi antar agama dan antaretnis, yang selama ini sering dibentur-benturkan. Jika itu terwujud tentunya akan membantu bangsa ini untuk lebih maju dan tidak kalah dari bangsa lain,” ungkapnya.

Sejauh ini, PITI melihat toleransi di Kota Malang sudah terjaga dengan cukup baik. Ke depannya, ia berharap bahwa rasa toleransi antaretnis dan umat beragama di Kota Malang ini bisa ditingkatkan dan bisa lebih kondusif lagi di masa yang akan datang. (dk/ev)

Share and Enjoy !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.