Fraksi PKB Minta Pemkot Perhatikan Nasib Guru Ngaji

LEGISLATIF847 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Camelia Habiba, Anggota Fraksi PKB DPRD Surabaya,di kediamannya Sejak masa reses berlangsung kebanjiran tamu. Selain bersilaturrahmi, sebagian basar tamu/warga juga mengadukan beberapa persoalan.

Aduan itu, terkait dengan kebijakan Eri
Cahyadi Walikota Surabaya (Cak Wali) yang
dinilai tidak berpihak kepada warga.

Dari sejumlah aduan warga yang menarik
perhatian Wakil Rakyat DPRD Surabaya
itu adalah larangan dobel akun Guru Ngaji,
Guru Sekolah, dan Modin. Mereka ‘dipaksa’
oleh aturan Cak Wali untuk memilih satu
akun saja alias tidak boleh dobel akun.

“Saya didatangi beberapa Guru TPQ di
semampir. Mereka mengeluhkan kebijakan
Pemkot Surabaya yang harus memilih antara, Guru Ngaji, Guru Sekolah atau menjadi Modin.
Karena kebijakan walikota yang tidak Boleh
double account,” Camelia berkisah
(19/5/2022).

Baca Juga :  PC Fatayat NU Surabaya Gaungkan Program Prioritas Di Seluruh PAC

Camelia Habiba yang juga Wakil Ketua
Komisi A DPRD Surabaya mengatakan larangan
dobel akun bagi guru ngaji, guru sekolah
dan modin sangat tidak adil.

Sebab, ditengah larangan ada kebijakan Walikota yang membolehkan dobel akun.
“Ini pilihan sulit bagi kami, Kenapa Kami
harus memilih Sedangkan ASN yang
merangkap menjadi RT/RW tidak
dipermasalahkan double. Padahal anggarannya sama-sama bersumber dari APBD,” ujar Camelia mengutip pengakuan Ketua FKPQ Semampir.

Insentif yang diberikan oleh Pemkot terhadap guru ngaji, modin, dan Guru itu sangat tidak manusiawi,tutur habiba

“Tidak mencerminkan bahwa Pemkot
mengapresiasi perjuangan Guru Ngaji.
Tukang jaga Taman Aja dibayar UMK, kita
Tidak ada separohnya dari mereka Bu,” kata
Camelia mengutip keluhan Ustadzah
Afifah, Pengurus Fatayat Kec Kenjeran yang
juga guru Ngaji.

Baca Juga :  Aksi Trauma Healing, Fatayat NU Surabaya Hibur Anak-Anak di Lereng Semeru
Para guru ngaji yang bertamu di Rumah Cinta,Kediaman Camelia Habiba.

Menanggapi Aduan Warganya, Camelia
mendesak Pemkot segera mengevaluasi
keputusan Larangan dobel akun.

Mengingat, jasa guru ngaji, dan modin Jasa
Guru Ngaji, karena Beliau Bukan hanya
memberikan Ilmu. Tapi juga mendidik
Moral Anak Bangsa, Akhlaq itu lebih tinggi
dari Ilmu,” ujarnya.

Camelia khawatir, keputusan Cak Wali yang
melarang dobel akun terhadap guru akan
membuat para guru kecewa, yang
kemudian berujung pada titik jenuh, yakni
mundur.

“Kalau banyak Guru ngaji yang mundur
tidak mau Menjadi guru ngaji, maka
surabaya Akan Krisis Moral Anak, Ini Hal
yang serius. Sebab Guru Ngaji sangat
penting dalam membangun SDM anak-
anak Surabaya,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar