Tak Puas Hasil Hearing Kemarin, LSM Lokked Kembali Ajukan Hearing ke Komisi D

Uncategorized477 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Dalam Pekan kemarin Komisi D bersama LSM Lokked telah menggelar rapat koordinasi dengar pendapat (hearing) bersama Kelompok Kajian Kebijakan dan Demokrasi (LoKKeD) Jatim di ruang rapat Komisi D DPRD Surabaya, Kamis (30/09/2021) silam.

Namun, dalam hearing Komisi D tidak bisa menghadirkan Dinas pendidikan,LSM Kelompok Kajian Kebijakan dan Demokrasi (LoKKeD) kembali mengirim surat permohonan hearing kepada Komisi D DPRD Kota Surabaya untuk menindaklanjuti hearing lanjutan, Rabu (6/10/2021).

Irsal Ghaffar mengatakan bahwa LSM Lokked kembali mengajukan surat hearing kepada komisi D DPRD dikarenakan dalam hearing itu dinas pendidikan tidak bisa dihadirkan oleh komisi D.

“Hal ini kami lakukan karena pertemuan kemarin tidak begitu memuaskan, karena dinas pendidikan sebagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang melaksanakan urusan pemerintah di bidang Pendidikan tidak hadir.

Untuk pertemuan yang akan datang kami sangat berharap kepada Komisi D untuk bisa menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan” ujar Irsal Ghaffar

Selanjutnya, lokked akan kawal sampai tuntas soal praktik jual beli seragam di lingkungan sekolah, hal ini akan berdampak bagi para penjahit yang ada di luaran sana dan dikhawatirkan terindikasi korupsi.

“Kami sebagai penyambung lidah masyarakat Kota Surabaya akan mengawal masalah ini hingga tuntas.

Karena dengan adanya praktik jual beli seragam di lingkungan sekolah, secara tidak langsung UMKM kecil akan merasa sangat dirugikan serta di khawatirkan ada kasus korupsi pada dunia pendidikan” lanjut Irsal ghaffar

Kemudian, lookked akan membuka posko pengaduan untuk menampung aspirasi masyarakat terkait dengan pendidikan, dan akan tersebar di beberapa titik di kota Surabaya.

“Kami juga membuka posko pengaduan di beberapa titik kota surabaya, posko pengaduan ini kami dirikan untuk menampung juga menyuarakan semua aspirasi masyarakat Kota Surabaya,

Adanya posko pengaduan ini, Kami berharap aspirasi masyarakat kota surabaya akan lebih tersalurkan kepada pemerintah” ungkap perwakilan looked

Langkah selanjutnya looked berharap masalah pendidikan segera menemui titik terang dan masyarakat bisa mendapatkan kepastian agar tidak ada pungutan biaya seragam sekolah bagi peserta didik afirmasi mitra warga.

“Semoga langkah kami dalam mengawal persoalan pendidikan segera menemui titik terang dan kami juga berharap masyarakat bisa mendapatkan kepastian akan tidak terjadi lagi  adanya pungutan biaya yang memberatkan siswa ataupun wali murid” pungkas Irsal Ghaffar.

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *