Serap Aspirasi,Ajeng Paparkan Masalah Atasi Kemiskinan Pada Warga Kebangsren

Uncategorized548 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Sesuai bidangnya kesejahteraan rakyat, Legislator perempuan Partai Gerindra ini memaparkan apa yang telah dikerjakannya selama menjalankan amanat rakyat sebagai anggota Dewan, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan.

Kali ini, Wakil Ketua Komisi D Ajeng Wira Wati kembali turun menjumpai dan menjaring aspirasi warga Kebangsren kecamatan Genteng, Surabaya.

Dalam hal ini, Ajeng mengaku sudah melaksanakan tugas-tugasnya dalam penggodokan anggaran APBD dan merumuskan peraturan daerah bersama Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya melalui dinas sosial, dinas pendidikan, dinas pemuda dan olahraga, dinas pariwisata, dinas ketenagakerjaan, dinas kesehatan serta DP5A sebagai bidang kerja komisi D DPRD Surabaya.

Bendahara Fraksi Gerindra ini juga menyampaikan sudah secara masif melakukan pengawasan terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah kota, sesuai dengan fungsinya sebagai lembaga controlling.

Ajeng menjelaskan, terkait baksos, saat ini pengajuannya bisa melalui aplikasi di Smartphone. Yakni melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos.

Baca Juga :  Dianggap Emak-emak Parpol Anti Korupsi, Ketua Fraksi PKS : Doakan PKS Istiqomah dan Jaga Amanah

” Bapak ibu tinggal menyiapkan KTP dan KK, dan tinggal mengikuti petunjuk dalam aplikasi tersebut,” terang Ajeng, dikutip diagramkota.com , Sabtu 23 Oktober 2021.

Terhadap warga kebangsren, Ajeng juga menjelaskan terkait pentingnya sinkronisasi data MBR yang hanya ada di kota Surabaya dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) milik Kementrian Sosial RI.

” Pembaruan data kependudukan sangat perlu dilakukan agar bisa menjadi alat ukur kesuksesan semua program, khususnya masalah sosial kemasyarakatan,” katanya.

Masalah BPJS dan Jaminan Kesehatan Semesta (JKS), peniadaan ujian nasional, syarat pengajuan Rutilahu hingga peraturan-peraturan menteri terbaru, juga menjadi pokok paparan anggota Dewan yang diberangkatkan oleh warga Dapil I Surabaya ini.

Dalam sesi tanya jawab, warga Kebangsren terlihat begitu antusias. ” Mumpung ada bu Dewan, monggo bapak ibu menyampaikan semua keluhannya. Mudah-mudahan ini adalah awal yang baik untuk kemajuan Kampung Kebangsren,” Ungkap Gatot

Baca Juga :  DPRD Surabaya : Jangan Hanya Tunjuk Satu Nama Untuk Pengurusan SLF

Susanto ketua RT 01 RW 03 Kebangsren yang mengaku mewakili ketua RW 03 Suprapto yang akan datang terlambat.

Keluhan sekaligus permohonan juga banyak disampaikan warga, seperti bantuan kepada Lansia, pengajuan BPJS Kesehatan gratis, proposal permohonan pembangunan yang tak jelas, pengurusan sertifikat massal (Prona), ribetnya pengisian aplikasi pendidikan bagi tenaga pengajar TPQ, hingga permintaan bantuan Al’Quran oleh M. Solikin ketua Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) kelurahan Kebangsren.

” Semua sudah tercatat, dan segera akan kita bahas di komisi untuk dikoordinasikan dengan dinas terkait. Tapi untuk masalah pertanahan, saya pastikan akan menyampaikan ke pimpinan DPRD agar bisa dilakukan pembahasan, baik dalam rapat pimpinan maupun paripurna bersama pemerintah kota,” tegasnya.

Baca Juga :  Pengembang Apartemen Nakal, DPRD Surabaya Bikin Perda P3SRS

Reses ke-4 Ajeng Wira Wati ini juga dihadiri BF Sutadi sebagai narasumber secara Virtual Zoom.

Dalam sampaiannya, Sutadi yang merupakan ketua DPC partai Gerindra Surabaya ini menyegarkan kembali pada penyusunan pembangunan nasional secara resmi bisa dari musrenbang (Musyawarah rencana pembangunan) dan pokok-pokok pikiran (POKIR) DPRD yang diambil dari jaringan aspirasi masyarakat.

” Maka dari itu, dalam agenda reses, Dewan akan mencatat, melakukan pembahasan dan memperjuangkan dalam pembahasan RAPBD bersama pemerintah kota,” cakapnya.

Sutadi yang juga pernah menjabat sebagai asisten Pemerintahan Pemkot Surabaya sekaligus anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 menghimbau, melalui agenda reses, masyarakat bisa memanfaatkannya untuk pembangunan dan kemajuan wilayahnya.(dk/dms)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *