Serap Aspirasi Warga Babadan, Buleks disambati Masalah Stunting

Uncategorized687 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi leksono banyak mendapat sejumlah curhat dari warga masyarakat dalam reses di Kampung Babadan, RW 5 Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan. Selasa 19 oktober 2021.

Salah satunya adalah Kasus stunting atau anak dengan masalah tinggi badan tidak normal masih ditemukan di Kota Pahlawan. Total ada tujuh anak yang mengalami masalah pertumbuhan.

Hal itu disampaikan ketua RW 5 Babadan, Bana Supeno saat mengikuti reses yang digelar oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya Budi Leksono. Menurut Bana, tidak banyak orang tua yang mau melaporkan kasus stunting. “Kami berharap pak Budi bisa membantu memberikan pemahaman bahwa pendataan anak dengan stunting itu perlu,” ujarnya

Baca Juga :  Ajeng Wira Wati : Bantuan Biaya SMA Sederajat Akan Lahirkan SDM Handal di Surabaya

Bana yang juga dosen di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) itu mengaku sudah berkali-kali mengimbau warganya. Jika ada kasus stunting, sebaiknya dilaporkan. “Tapi memang tidak mudah. Butuh pendekatan khusus agar warga atau orang tua mau melaporkan anaknya yang stunting,” katanya.

Sementara itu, Budi Leksono yang akrab disapa Buleks meminta agar masyarakat segera melapor jika ada kasus stunting. Sebab, pemkot memberikan atensi lebih terhadap kasus tersebut. “Monggo dilaporkan, tidak perlu sungkan,” kata Budi.

Sebab, pemkot sudah menyiapkan program permakanan bagi anak stunting. Selain itu, pemkot melalui tim penggerak PKK sudah membuat program khusus untuk mencegah stunting sejak dini. Yakni, jago centing atau jagongan cegah stunting.

Baca Juga :  Jelang Pengesahan APBD 2022, Fraksi Gerindra Siap Kawal dan Dukung Peningkatan SDM

Program yang dimotori oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) itu menyasar setiap kelurahan dan kecamatan. Bentuk programnya, salah satunya pemberian tablet FE atau pil penambah darah untuk remaja yang sudah haid. “Itu untuk menjaga kesehatan reproduksi sejak dini,” kata Budi.

Terkait warga yang tidak mau lapor, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya itu memastikan akan ikut turun. Pihaknya akan menggerakkan tim dari partai di tingkat kecamatan dan kelurahan. “Nanti kita minta pengurus anak cabang dan ranting untuk sama-sama gerak memberikan sosialisasi dan pemahaman ke warga agar tidak malu dan sungkan melaporkan adanya stunting,” jelasnya. (dk/red-dms)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *