oleh

Serap Aspirasi, Hari Santosa dicurhati Program Bedah Rumah

Diagram Kota Surabaya – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Hari Santosa kembali melakukan kegiatan Reses, Kali ini menyapa dan mendengar aspirasi Masyarakat di Bendul Merisi Jaya Selatan 6F/B Kelurahan Bendul Merisi Kecamatan Wonocolo.

Kegiatan yang di hadiri oleh Pengurus RT/RW, LPMK, Tokoh Masyarakat, Bunda Bunda PAUD, Kader PKK  dan Karang Taruna tersebut juga di lakukan secara virtual.

Mengawali kegiatan Resesnya, Salah satunya Andi mengajukan pertanyaan tentang sosialisasi vaksinasi Pemerintah yang belum menjangkau ke semua warga. Berikutnya Andi meminta Hari Santoso untuk memperjuangkan lapangan olahraga untuk warga.

Penanya berikutnya adalah, Mistin (31), anggota Jamaah Miftahul Khoirot. Dia meminta bantuan seragam pengajian. Disusul dengan permintaan berikutnya, yakni bantuan donasi wisata ke Wakil Rakyat di DPRD Kota surabaya.

Warga berikutnya yang mengaku bernama Mukit (55) juga ikut menyampaikan aspirasi. Wanita berjilbab itu meminta bantuan Hari Santoso yang juga anggota Komisi D DPRD surabaya untuk memperjuangkan program bedah rumah Pemkot yang belum menyentuh warga setempat.

Baca Juga  Masuk PPKM Level 2, Ghofar Minta Pemkot Perketat Penerapan Prokes

Menyikapi usulan tersebut. Hari Santoso mengaku siap untuk memperjuangkan aspirasi warga hingga terealisasi. “Sebagai wakil rakyat tentu kami harus memperjuangkannya,” cetus Hari saat dimintai tanggapan oleh media ini (21/10/2021).

Namun ungkap Hari, warga harus bersabar menunggu buah perjuangannya. Sebab, selain tahun ini Surabaya didera Pandemi, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui agar aspirasi-aspirasi yang disampaikan warga bisa masuk ke slot anggaran APBD.

“Contohnya tadi yang sampaikan Ibu Mistin. Beliau meminta bantuan seragam jamaah pengajian Miftahul Khoirot. Insyaalah bisa kami penuhi, tapi tidak bisa terealisasi tahun ini, tapi tahun depan. Kenapa? Karena harus kami perjuangkan lebih dulu di Komisi,” ujarnya.

Begitu juga dengan aspirasi yang disampaikan Andi Susanto yang meminta fasilitas olahraga untuk warga, dan sosialisasi vaksin yang belum merata ke semua warga.

Baca Juga  Disambati Nelayan, Fraksi PDIP Upayakan Solusi Masalah Bahan Bakar

“Untuk sosialisasi vaksin, tentu kami bisa menindaklanjutinya. Sebab program ini sudah dan sedang berjalan. Besok akan saya hubungi Puskesmas untuk sosialiasi vaksinasi di sini,” tukas Hari

Namun lanjut Hari, terkait dengan sarana olaharaga. Dirinya tidak bisa memastikannya. Sebab, terealisasi atau tidaknya usulan itu tergantung pada ketersediaan lahan.

“Kalau sarana olahraga tergantung apakah warga punya aset. Kalau tidak punya, kami mohon maaf. Yang bisa bantu, bantuan sekedarnya. Misalnya meja pimpong agar warga tetap bisa olahraga,” tambahnya.

Terkait dengan usulan dari salah satu anggota jamaah Miftahul Khoirot yang meminta bantuan seragam pengajian. Tentu hal ini masih membutuhkan waktu atau proses.

“Saya tidak mau disebut Pemberi Harapan Palsu (PHP). untuk seragam yang ibu minta tidak bisa tahun ini ya, tapi insyaallah tahun depan,” jelasnya, seraya diamini oleh Mistin dan warga lainnya.

Baca Juga  Reses dihadiri Wawali Armuji secara Virtual,Anas Karno Berikan Bantuan Rombong Pada UMKM

Yang menarik ungkap Hari, permintaan yang disampaikan Mukit salah satu warga yang menginginkan program bedah rumah bisa menyentuh warga Bendul Merisi.

“Tadi Ibu Mukit meminta kami untuk memperjuangkan bedah rumah milik dua warga. Dimana dua rumah milik warga sudah diusulkan sejak lama, namun hingga saat ini belum terealisasi, karena terkait dengan status tanah,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat tegas Hari, apapun yang disampaikan warga harus diperjuangkan. Karena hal itu merupakan tanggung jawab yang melekat pada dirinya.

“Namun seperti yang saya sampaikan tadi. Saya tidak mau disebut PHP. Jadi, yang bisa, saya sampaikan bisa, dan yang tidak bisa tentu kami harus jujur menyampaikannya ke warga,” pungkasnya.(dk/dms)

Share and Enjoy !

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.