Peminat Peneleh Heritage Walk Membludak

BUDAYA782 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Sebanyak hampir 50 peserta jelajah sejarah kota Surabaya meramaikan gang gang sempit di perkampungan padat penduduk di Pandean dan Peneleh, Surabaya.

Mereka sangat antusias mengikuti jelajah sejarah kota Surabaya yang dikemas apik dalam “Peneleh Heritage Walk” pada Minggu sore, 17 Oktober 2021.

Meski ditempuh dengan berjalan kaki lebih dari dua jam di bawah terik matahari sore yang sangat menyengat, semua peserta terlihat santai dan begitu menikmati momen ini. Mereka larut dalam cerita yang disampaikan oleh pemandu Kuncarsono Prasetyo, Zaki Yamani dan Taufan Hidayat.

Heritage Walk berangkat dari Lodji Besar di jalan Makam Peneleh pk 15.15 WIB setelah mendapat sambutan informal dari anggota Komisi D DPRD Surabaya, Dyah Katarina.

Menurutnya kegiatan jelajah sejarah adalah sebuah proses pembelajaran empiris yang memudahkan para pembelajar (peserta) untuk memahami sejarah Surabaya, khususnya tempat tempat yang menjadi obyek dalam Heritage Walk ini.

Ada tujuh obyek yang dikunjungi. Pertama adalah Makam Belanda Peneleh, Sumur Jobong, Rumah Lahir Bung Karno, Jembatan Peneleh, Rumah HOS Tjokroaminoto, Masjid Jami’ Peneleh dan terakhir di Makam Nyai Rokayah Cempo.

Baca Juga :  Masa Reses, Dyah Katarina Serap Aspirasi Kader Kampung

Dari ketujuh obyek heritage ini, para peserta diajak meneropong masa lalu dari lapisan jaman, mulai dari era klasik Majapahit pada abad 15, era kolonial pada abad 19 hingga awal abad 20 yang menggambarkan adanya konsepsi kebangsaan hingga lahirnya kemerdekaan pada 1945. Fakta historis ini yang kiranya belum disadari dan dipahami oleh kebanyakan orang dan bahkan oleh para pemangku kebijakan.

Dyah Katarina sangat mengapresiasi upaya dari Forum Begandring Soerabaia bersama Subtrack (Surabaya Urban Track) dalam penyelenggaraan kegiatan yang sangat edukatif ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD AHLI (Association of Hospitity Leaders Indonesia) Jawa Timur, Rahmad Ramadhan M, SH. Rahmad, secara terpisah, mengatakan bahwa pihaknya, DPD AHLI Jawa Timur akan selalu mendorong upaya upaya nyata dalam rangka membangun dan memulihkan dunia pariwisata Indonesia.

Mewakili Ketua DPD AHLI Jatim adalah Sekretaris Triandy Santya Wibowo dan Kabid Kerjasama Industri Yuliarto Dedi Prabowo.

Baca Juga :  Kader Kesehatan "Sambat" ke Rumdis Wakil Walikota, Armuji : Janji Akan Jadikan Perhatian Serius

DPD AHLI Jatim yang baru dideklarasikan bersamaan dengan deklarasi DPP AHLI oleh Kemen Parekraf Republik Indonesia di Jakarta pada 27 September 2021 lalu juga akan bekerjasama dengan komunitas pegiat sejarah seperti Forum Begandring Soerabaia dalam upaya mendorong menggali potensi wisata heritage sebagai aset pariwisata kota Surabaya.

Diharapkan apa yang dilakukan oleh Forum Begandring Soerabaia ini menjadi inspirasi bagi daerah daerah lain di Jawa Timur untuk giat berkreasi guna percepatan pemulihan pariwisata.

Selain diikuti oleh masyarakat umum, kegiatan edukatif dan inspiratif ini juga diikuti oleh sekelompok mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR. Menurut Kukuh Yudha Karnanta, dosen FIB UNAIR, pelibatan mahasiswa dalam kegiatan ini dapat memberikan peluang bagi mahasiswanya untuk menambah wawasan mereka tentang kekayaan sejarah dan budaya kota Surabaya.
Alasan ini cukup logis karena ternyata masih banyak warga kota Surabaya sendiri yang belum begitu mengetahui tentang sejarah kotanya.

Seorang peserta yang biasa dipanggil Ita Suroboyo, yang berdarah Jawa-Bali, mengaku baru menyadari bahwa begitu banyak cerita sejarah tentang kota Surabaya, termasuk sejarah yang dimiliki oleh kampung Pandean dan Peneleh. Dengan mengikuti Peneleh Heritage Walk, Ita mendapat banyak pengetahuan.

Baca Juga :  Balai Pemuda Jadi Alun - Alun Surabaya, AH Thony : Dukun dari Mana " Kok Bisa Sehebat itu Merubah Sejarah "

Para Peserta “Peneleh Heritage Walk”

Karenanya, peserta dari kota Surabaya sendiri tentunya harus lebih antusias dengan jati diri kotanya karena warga manca negara, khususnya di negeri Belanda, sangatlah antusias dengan kegiatan Heritage Walk ini.

Meski mereka tidak bisa datang secara langsung, namun melalui sebuah lembaga Kebudayaan di Belanda “ Omroep Bersama” yang bekerjasama dengan Begandring Soerabaia, mereka pada akhirnya bisa mengikuti jalannya Heritage Walk dengan cara mengakses siaran langsung Heritage Walk yang diproduksi oleh Begandring Soerabaia via kanal YouTube.

Beberapa peserta, usai acara, ada yang bertanya apakah akan ada Heritage Walk lagi di tempat tempat lain di Surabaya. Pengurus Subtrack, Taufan Hidayat, menjelaskan bahwa masih banyak yang perlu digali dan dikunjungi melalui kegiatan edukatif Heritage Walk ini. (*/dms).

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *