Terima Aduan Praktik Jual-beli Bangku Sekolah, Fraksi PDI-P Akan Usut Tuntas

Uncategorized1948 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Dugaan praktik jual beli bangku sekolah mewarnai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2021 Kota Surabaya.

Hal tersebut terkuak setelah ada laporan orang tua siswa kepada Fraksi PDI-P terima aduan dari masyarakat yang langsung diterima oleh Abdul Ghoni Muklis ni’am bertepatan di ruang frkasi DPRD kota Surabaya, (15/09/2021)

Eko Setiawan bersama mat Arifin seorang tukang kebon yang mengadu kepada anggota dewan adanya oknum yang menjanjikan untuk masuk ke SMPN 9 Surabaya dengan biaya 7,5 juta.

“Saya yang membantu arifin meminta ke BW untuk dimasukkan ke SMPN 9 Surabaya dengan menyiapkan uang sekitar Rp 7.500.000 Rupiah sampai waktu beberapa hari masih belum ada kejelasan, dan dilemparkan ke PWD itu juga belum ada kejelasan”, kata Eko Setiawan

Baca Juga :  Hari Santosa : Wali Kota Gagal Bina UMKM

Sekretaris fraksi PDIP menjelaskan, dia menerima aduan dari salah satu warga Surabaya yaitu mat Arifin yang putranya dijanjikan untuk masuk di sekolah negeri tetapi wajib membayar 7,5 juta rupiah.

“Kami menerima aduan dari salah satu warga kota Surabaya yakni bapak Arifin bahwasanya putranya dijanjikan di salah satu sekolah negri tapi harus membayar 7,5 juta” ujar alumni UIN sunan Ampel Surabaya

Selanjutnya, Abdul Ghoni akan follow up lebih lanjut aduan tersebut bisa berkembang atau tidak, Aduan ini akan ditindak lanjuti supaya bisa jadi efek jera bagi si oknum.

“Makanya nanti kita akan follow up lebih lanjut perihal aduan tadi sampai dimana, apakah ini bisa di kembangkan atau tidak, paling nggak ini bisa jadi efek jera bagi oknum insial PWD dan BW, Apalagi ini dilakukan dimasa pandemi sangat memprihatinkan” tukas Abdul ghoni

Baca Juga :  Pesta Perahu Tradisional, Politisi PDIP : Kegiatan Ini Wajib Di Lestarikan

Sementara itu Baktiono yang ikut dalam Audensi pengaduan masalah ini, Akan membantu kepada korban agar bisa sekolah lagi meskipun itu di sekolah swasta, sebab anak tersebut belum sekolah selama 3 bulan.

“Saya usahakan anaknya untuk dimasukkan ke sekolah swasta, dikarenakan anak ini sudah 3 bulan tidak sekolah”, ungkap Ketua Komisi C DPRD Surabaya

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *