Persebaya Rubah Komposisi Pemain Saat Meladeni Persikabo 1973

Olah Raga744 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Laga perdana kemarin Persebaya Surabaya tampil dengan banyak starter pemain muda Saat kontra Borneo FC (4/9).

Johan Yoga yang berusia 31 tahun jadi penggawa tertua dalam starting line-up. Lalu, ada Ady Setiawan yang baru berumur 26 tahun.

Selebihnya, Green Force –julukan Persebaya– turun dengan skuad muda. Padahal, ada beberapa pemain senior yang bisa jadi tumpuan. Di lini belakang, ada M. Syaifuddin.

Pemain 29 tahun itu bisa dimainkan sebagai stoper maupun bek kanan. Di tengah, ada Rendi Irwan. Sementara itu, di lini depan ada Oktafianus Fernando dan Samsul Arif.

Meski begitu, pelatih Persebaya Aji Santoso tetap memilih para pemain muda. Soal itu, dia punya alasan.

”Karena selama ini kami memang melakukan persiapan dengan para pemain ini,” kata pelatih 51 tahun itu.(6/9)

Dia juga memastikan para pemain muda tidak terpengaruh soal kesiapan mental. ”Laga pertama memang selalu sulit. Apalagi, saya yakin semua tim juga belum 100 persen,” tambahnya.

Nah, di laga kedua kontra Persikabo 1973 nanti (11/9), ada kans komposisi yang akan diubah. Termasuk, memasukkan para pemain senior di starting line-up. Tujuannya, agar ada pembimbing pemain di lapangan.

”Kami lihat nanti situasinya seperti apa sampai dua hari ke depan ini,” ungkap pelatih yang pernah menukangi Persela Lamongan itu.

Setelah tumbang, skuad langsung melakoni latihan. Mereka berlatih di lapangan Al Azhar, Cikarang, kemarin sore. Aji hanya memberi latihan recovery kepada pemain inti.

Tapi, tetap memberi porsi latihan berat kepada pemain yang tidak bermain di laga perdana. Dia belum melakulan evaluasi.

Evaluasi rencananya baru dilakukan hari ini. Aji bersama tim pelatih bakal melihat video keseluruhan laga kontra Borneo FC. Kemudian, melihat apa saja yang perlu dibenahi.

”Selasa (besok, Red) baru kami akan melakukan evaluasi langsung di lapangan saat latihan,” tegas pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang, tersebut.

Meski kalah, Aji terus memotivasi anak asuhnya. Dia tidak mau mental para pemainnya menjadi drop. Sebab, dia tidak ingin kembali meraih hasil minor di laga-laga selanjutnya.

”Saya sampaikan kepada seluruh pemain, lupakan kekalahan. Kami harus menatap perjalanan ke depan. Karena kompetisi ini masih sangat panjang,” jelas bapak lima anak itu.

Striker gaek Samsul Arif juga meminta rekan-rekannya tidak larut dalam kesedihan. Dia ingin para pemain segera bangkit.

”Kami bisa evaluasi. Kami fokus di setiap laga. Karena dinamika kompetisi masih panjang sekali, ada up and down, semua pemain harus siap. Nggak ada yang perlu berkecil hati. Semua harus bangkit,” jelas pemain 36 tahun itu.(dk/red/dms)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *