oleh

DPRD Surabaya Minta Kaji Ulang Anggaran Satgas Kampung Wani, Ayu : Agar Tak Salahi Aturan

Diagram Kota Surabaya – Penganggaran untuk satgas Kampung Wani mendapat sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya. Pasalnya, dalam pelaksanaanya satgas Kampung Wani ini dijabat oleh pengurus RT dan RW.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna menegaskan, kalau hal tersebut menyalahi kesepakatan dalam rapat Badan Anggaran yang mengesahkan anggaran insentif tersebut.

“Mereka ini sudah punya kerjaan dan ada pos anggaran RT. Kalau seperti ini berarti dobel anggaran itu yang tidak boleh,” tegasnya.

Ayu menambahkan seharusnya personal anggota satgas Kampung Wani Jogo Surabaya berasal dari warga masing-masing RT supaya ada pemerataan.

Baca juga : Menindaklanjuti Keluhan Warga Menanggal, Komisi A Sidak Apartemen Trans Icon

Baca Juga  Adi Sutarwijono Ajak Mahasiswa Ambil Bagian Dalam Pemulihan Ekonomi Kota Pahlawan

Ditiap RW berdiri Kampung Wani Jogo Suroboyo yang beranggotakan 4 orang satgas. Masing-masing mendapat insentif Rp 400 ribu tiap bulan.

“Kan 1 RW itu banyak RT. Ya diambil saja anggotanya dari setiap RT. Bukannya dari pengurus RT atau didominasi oleh RT tertentu karena kerabat dekat. Banyak kita temui seperti itu saat reses,” jelasnya

Ayu mengatakan, banyak tokoh masyarakat yang bisa dijadikan anggota satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo. “Atau anak-anak muda, agar tidak menyalahi aturan pembiayaan,” terangnya.

Politisi Partai Golkar ini menduga OPD terkait kurang melakukan sosialisasi kepada warga akan penggunaan anggaran insentif tersebut. “Jangan sampai ada keluhan seperti ini lagi. Karena itu saya minta BPB Limas Kota Surabaya untuk mengkaji ulang,” pungkasnya(dk/red-dms)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar