Pengalaman Pahit Petani Lamongan Berubah Berkat PHT

Uncategorized526 Dilihat

Diagram Kota Lamongan – Pengalaman pahit petani yang tinggal di Lamongan, Jawa Timur ini membawanya belajar dan menekuni Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Petani bernama Abdul Haris Suhud kini bisa lebih tenang dalam berusaha tani. Selama ini tanaman padi miliknya kerap gagal panen karena serangan hama wereng cokelat dan kepinding tanah. 

Hingga akhirnya Abdul Harus memperoleh beberapa keuntungan dari belajar PHT. Kini ia dan petani dalam kelompok taninya mantap untuk terus menerapkan PHT dalam usaha tani. Dengan PHT, petani dapat menghasilkan pangan yang sehat dengan biaya yang efisien dan produksi yang lebih tinggi.

“Pengalaman pahit kami gagal panen karena serangan hama wereng cokelat dan kepinding tanah, telah menuntun kami untuk belajar menekuni PHT,” ujar Abdul Haris. Ada banyak keuntungan yang petani dapat dari menerapkan PHT. Antara lain, efisien biaya produksi, hasil produksi meningkat, serta produk dan lingkungan lebih sehat.

Baca Juga :  Puan Maharani Ikut Tanam Singkong Bareng Petani di Tulang Bawang

Dari hasil kajian, pemanfaatan pestisida alami memiliki sejumlah keuntungan bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Keunggulan ini bersifat jangka panjang dan hampir tidak dimiliki pestisida sintesis atau kimiawi. Dalam UU No 12 tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan juga mengatur perlindungan pertanian dilaksanakan dengan sistem pengelolaan hama terpadu.

Karena penggunaaan pestisida kimiawi bisa berdampak pada kesehatan manusia, Kementan tidak lagi menganggarkan bantuan pestisida kimiawi. Ini merupakan bukti keberpihakan pemerintah berperan pada lingkungan. Pelaksanaannya menjadi tanggung jawab semua pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, pelaku usaha hingga masyarakat.

Menurut Guru Besar Departemen Proteksi Tanaman IPB, Prof. Dadang, secara umum pestisida alami mudah terurai dan aman untuk manusia. Resistensi pada hama tergolong lambat dan senyawanya bersifat sinergis. Artinya jika ditambah dengan ekstrak lain bisa berdaya guna berkali lipat.

Baca Juga :  Viral! Video Salah Tangkap, Ini Klarifikasi Kapolres Lamongan

“Penggunaan insektisida alami kompatibel dengan strategi lain dalam PHT. Utamanya, pestisida alami bisa dibuat sendiri,” ujarnya. Pestisida alami lanjut Dadang, sudah lama digunakanbahkan konon sejak 3000 SM yakni menggunakan bawang putih, ampas zaitun dan mentimun liar.

Menurutnya, ekstrak azadirakhtin dari  tanaman mimba dan pestisida alami yang pertama kali dimanfaatkan tahun 1960-an, mulai dilirik lagi sejak 1985. Mimba sudah lama digunakan sebagai bahan pestisida alami. Hampir semua bagian tanaman ini bisa digunakan, terutama biji. “Manfaatnya sangat baik itu berbagai jenis hama mulai dari larva kumbang, penggerek batang, wereng, kepik, thrips, lalat buah, kutu perisai, tungau  dan beberapa OPT lainnya,” papar Dadang.(apel)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *