Ganggu Ketentraman, Warga Menanggal Minta Pembangunan Trans Icon Di Hentikan

Uncategorized519 Dilihat

Diagram Kota Surabaya- Komisi A DPRD Surabaya menggelar Hearing Peninjauan Dokumen Perizinan The Trans Icon yang berada di Wilayah Gayungan, yang diprotes warga karena aktivitas pembangunan pada malam hari yang mengganggu ketentraman warga karena bisingnya suara.

Dalam rapat hearing yang dilaksanakan di Kantor DPRD Kota Surabaya, mengundang warga, pihak Trans Icon dan difasilitasi oleh Komisi A. Rapat berlangsung selama satu jam, namun belum menemukan titik temu, atas tuntutan warga.

Aan Ainur Rofik, selaku Ketua RT 01 RW 02 Kelurahan Menanggal Kecamatan Gayungan mengatakan, jika pembangunan Trans Icon sangat berisik dan berjalan hingga tengah malam. “Tentu mengganggu warga sekitar, terutama debu, potongan besi jatuh kerumah warga, sumur warga menjadi kering dan kadang mengeluarkan semen dari sumur,” ujarnya, pada Senin (30/8/2021).kemarin

Baca Juga :  DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Sosialisasikan "Mega Pay" ke Seluruh Kader

Dengan nada bicara yang kecewa, Ia menceritakan, perwakilan dari Trans Icon Walk Out dari rapat hearing. Terjadinya walk out ditengarai saat pimpinan rapat dipanggil oleh Pimpinan DPRD, tak lain yakni Adi Sutarwijono.

“Tadi Bu Ayu (Ketua Komisi A DPRD Surabaya) dipanggil Pimpinan, karena ada tamu dari Polres atau darimana. Dan Bu Ayu kaget saat kembali ke ruang rapat, pihak Trans Icon sudah tidak berada ditempatnya, sehingga dijadwalkan ulang. Pada saat itu saya protes, rapat belum selesai mengapa ditinggalkan?,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sambil menunjukan video keriuhan pembangunan Trans Icon diwaktu malam. Aan mengharapkan, pembangunan Trans Icon pukul 10 malam diberhentikan pembangunannya, serta warga yang berdampak langsung segera mendapat kompensasi.

Baca Juga :  Pemkot Kembangkan Kawasan Taman Suroboyo, Segera Dilengkapi Tempat Bermain Anak Dan Berkuda

“Dampak polusi udara yang diterima warga, bisa diberikan jaminan kesehatan, atau yang rumahnya berdekatan, diberikan asuransi properti dan santunan, karena rumahnya yang berdekatan,” timpal Aan.

Aan mengatakan, jika pihaknya akan mengirim surat ke pihak Chairul Tanjung. “Saya ingin mengatakan ke Pak Chairul Tanjung, bahwasannya ‘Namamu sudah bagus di Surabaya, alangkah lebih baiknya juga memperhatikan warganya’,” ujarnya (Dk/red/dms)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *