Gaduh Otak Atik Ketua Dan Divisi Bawaslu Surabaya

Uncategorized483 Dilihat

Surabaya | METROJATIM – Gaduh Bawaslu  seperti tak lekang oleh terpaan masalah mungkin itu padanan kata yang pas. Paska pelantikan anggota komisioner Pergantian Antar Waktu (PAW) Bawaslu Surabaya, Lilis Pratiwining Setyorini. Sekarang, kegaduhan terjadi kembali terkait otak-atik divisi internal Bawaslu Kota Surabaya.

Padahal, Ketua Bawaslu Abhan menyatakan, tidak ada pergantian posisi ketua Bawaslu daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota. “Kami sudah sepakat di (rapat) pleno, bahwa tidak ada pergantian ketua di kabupaten/kota maupun provinsi sepanjang tidak ada persetujuan dari Bawaslu (pusat),” cetus Abhan dikutip dari website Bawaslu RI.

Dan pihaknya menegaskan, ada parameter tersendiri untuk bisa menyetujui Bawaslu tingkat provinsi atau kabupaten/ kota yang mau melakukan pergantian posisi ketua. Beberapa paramater tersebut, lanjutnya, antara lain terkait dengan keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Baca Juga :  Melonjaknya Covid Kian Naik, Komisi A Himbau Pemkot Untuk Setiap Perayaan Sediakan Antigen Gratis

Ketua Bawaslu Surabaya, Muhamad Agil Akbar membenarkan, bahwa Bawaslu Surabaya telah melakukan rapat pleno terkait perubahan divisi serta perubahan ketua.

“Pada intinya Bawaslu Surabaya pleno untuk penempatan divisi Hasil pleno telah disampikan ke Bawaslu RI melalui bawaslu provinsi. Terkait tindak lanjut masih menunggu arahan dari pimpinan Bawaslu RI,” tegasnya kepada Metrojatim.com (7/8/2021).

Baca juga : Mantan Napi, Dibuang KPU Disayang Bawaslu

Sementara itu, Koordinator Wilayah Jawa Timur Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3), Boby Wijono, menilai kegaduhan yang terjadi saat ini bersumber dari pelantikan PAW Bawaslu Surbaya. Dari itulah menurutnya, Bawaslu saat ini sedang mengalami krisis.

“Hulu dari kegaduhan adalah lantaran satu orang yang dilantik PAW, akibatnya satu kota gaduh. Rotasi ketua dan divisi menjadi pedang tajam yang siap menghunus, khususnya yang dianggap sebagai lawan dari atasan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Terima Audiensi Konjen Jepang Takayama

Ia menambahkan, sejak awal sudah menjadi polemik terkait pelantikan PAW Bawaslu Surabaya. Bahkan, semenjak jadi Panwascam sudah menjadi tanda tanya.

“Kalau memang mantan Panwacam dijadikan pijakan dasar Bawaslu RI. Seharusnya Bawaslu RI melakukan evaluasi, in depth interview jajaran Bawalu Kota dan Propinsi. Kok bisa jadi anggota Panwascam, wong daftar PPK saja ditolak dengan aduan masyarakat yang sama. Ada apa, tanda tanya besar,” imbuh Boby yang juga Ketua Barikade 98 Jawa Timur.

Sekedar informasi, menurut sumber internal kesekretarian Bawaslu Surabaya yang enggan disebut namanya. Saat perekrutan anggota Panwascam Surabaya, sebenarnya sudah ditolak karena adanya aduan masyarakat. Akan tetapi ada intervensi dari jajaran anggota Bawaslu diatasnya, supaya menajdi anggota Panwascam. (red)

Baca Juga :  Puskesmas Kedungdoro Gelar Vaksinasi Sasar Pasar Stal Pandegiling

 

 

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *