23 Tahun Reformasi, Barikade ’98: Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat Trisakti dan Semanggi

Uncategorized270 Dilihat

Jakarta, Metrojatim.com – 23 tahun reformasi ternyata masih menyisakan Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi bangsa ini. selain belum tegaknya hukum terkait pelanggaran HAM berat pada kasus Penembakan Trisakti, Tragedi Semanggi dan kasus HAM lainnya, Indonesia juga belum mampu mewujudkan iklim demokrasi yang sehat sesuai yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini.

Penegasan ini disampaikan Ketua Umum Barisan Rakyat Indonesia Kawal Demokrasi 1998 (Barikade ’98) Benny Rhamdani saat acara tabur bunga di pusara para Pahlawan Reformasi: Elang Mulya Lesmana bin Bagus Yoga Nandita, Herry Hartanto bin Syahrir, di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Kamis (20/05/2021)

“Setelah 23 tahun reformasi, ternyata bangsa ini belum terbebas dari belenggu kejahatan masa lalu, seperti belum adanya titik terang atas sejumlah kasus pelanggaran HAM dalam penembakan Trisakti, Tragedi Semanggi, penculikan dan penghilangan aktivis, serta pelanggaran-pelanggaran HAM berat lainnya” ungkap Benny.

Baca Juga :  BP2MI, Kemnaker, KDEI dan Otoritas Taiwan Bahas Teknis Persiapan Pembukaan Kembali PMI

Karena itu, Benny menegaskan, dihadapan pusara para pahlawan reformasi, para aktivis ’98 berikrar akan terus melanjutkan perjuangan dengan menuntut keadilan hukum terkait pelanggaran HAM berat.

Baca juga : Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi Sambangi Bupati

“Selain itu, kami mengawal demokrasi dengan cara menjadi lawan utama bagi kelompok radikalisme, terorisme dan intoleran yang sengaja ingin menghancurkan bangsa ini, dimana saat ini mereka sering menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong (hoax)” ujar Benny.

Selanjutnya, menurut Benny, Barikade ’98 juga menghimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai bahaya laten Orde Baru dan kroni Cendana yang ingin kembali berkuasa serta menguasai ekonomi Indonesia.

“Serta, kita harus terus mewaspadai gerakan politik HTI sebagai bagian dari Proxy Interanasional yang ingin memecah belah persatuan nasional Indonesia dengan segala tipu daya, siasat, fitnah dan adu domba antar warga bangsa” tegas Benny

Baca Juga :  BP2MI Sikat Sindikat Penampungan Pengiriman Ilegal PMI

Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Barikade ’98 Arif Rahman menjelaskan dalam momentum 23 tahun reformasi ini, Indonesia harus menjadi negara kuat secara ekonomi sehingga mampu berdiri di atas kaki sendiri, dan Barikade ’98 memberikan dukungan penuh kepada Presiden Jokowi dalam menjalankan agenda-agenda reformasi serta upaya menuntaskan kejahatan HAM di Indonesia.

Baca juga : Kepala BP2MI Sambut 1.278 PMI Pulang Ke Indonesia

“Kran Demokrasi politik yang sudah dibuka oleh para aktivis ’98 pada 23 tahun silam, hari ini harus bisa dimanifestasikan juga dalam bentuk demokrasi ekonomi dengan tujuan akhirnya menciptakan masyarakat yang adil, makmur, sejehtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945” ulas Arif.

Baca Juga :  Luncurkan Pembebasan Biaya Penempatan PMI melalui KUR dan KTA dari BNI

Dengan demikian, lanjut Arif, aktivis ’98 siap bergandengan tangan dan bergotong royong dengan seluruh elemen bangsa demi terwujudnya demokrasi ekonomi yang bernafaskan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Ini momentum yang tepat ditengah pandemi Covid-19. Negara hadir menyehatkan masyarakat dan perekonomian nasional bangkit keluar dari keterpurukan sehingga Indonesia menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia yang mampu bersaing dengan negara-negara maju” pungkasnya. (red)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *