oleh

Polda Jatim Ungkap Prostitusi Online, Libatkan Pelajar Sidoarjo

-TNI-245 Dilihat

Surabaya, Metrojatim – Prostitusi online kini makin merajalela hingga menyentuh pelajar. Unit IV Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap Prostitusi online yang melibatkan pria dewasa dan wanita di bawah umur (threesome). Korban sebut saja ‘Mawar’ Pelajar berusia 16 tahun asal Sidoarjo.

Tersangka yang dikenal sejak bulan November 2020 lalu, menawarkan ‘mawar’ (korban) kepada pria hidung belang melalui prostitusi online dengan penawaran main bersama (Threesome).

Menurut Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Efendi menyebutkan, tersangka menawarkan korban dengan cara threesome. Jika sudah terjadi kesepakatan dengan pria hidung belang, maka korban mendapatkan imbalan tarif sebesar Rp. 300.000 untuk sekali kencan.

“Tersangka sendiri saat menawarkan korban ke pria hidung belang mengaku bahwa korban adalah istrinya. Sehingga, tersangka juga ikut bermain bersama dengan pria hidung belang saat menjajakkan korban,”ujarnya, Rabu (10/03/2021).

Baca Juga  Kapolda Jatim Pimpin Upacara Serah Terima Empat PJU dan Lima Kapolres Jajaran Polda Jatim

Lebih lanjut Zulham menambahkan, tersangka menawarkan korban dengan melalui media sosial (whatshapp). Saat menawarkan korban, tersangka mengirim foto korban terlebih dahulu kepada pria hidung belang.

Selain itu, si tersangka juga meminta kepada pria hidung belang untuk mengirim fotonya terlebih dahulu untuk diberitahukan kepada korban. Jika korban mau dan deal, tersangka bersama korban menuju ke hotel atas kesepakatan bersama.

“Untuk menarik peminat pria hidung belang, tersangka mengirim foto korban. Jika deal, tersangka menentukan lokasinya,”tambahnya.

Sementara itu Cita, salah satu Psikolog Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim yang melakukan pendampingan terhadap korban menyebutkan, bahwa korban mengaku mau melalukan hal tersebut karena faktor ekonomi.

Baca Juga  HUT Brimob ke-76, Kapolri: Kita Harus Ingat Pesan Bung Karno Warisi Apinya Jangan Abunya

“Saat kami bertanya kepada korban, bahwa ia mau melakukan hubungan terlarang itu karena faktor ekonomi,”ungkap Cita..

Namun sampai saat ini pihaknya masih mendalami alasan dari korban, mungkin ada alasan lain yang melatarbelakangi motif korban mau melakukan hal tersebut.

“Sampai saat ini saya masih bertanya kepada korban apa yang melatarbelakangi dia melakukan hal itu. Dan korban saat ini juga masih membutuhkan pendampingan serius,” pungkasnya.

Share and Enjoy !

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.