oleh

Laporan Pendahuluan Banjir yang Melanda Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik

Gresik, Metrojatim.com – Laporan Camat Cerme Kabupaten Gresik Suyono, berkaitan dengan Banjir yang melanda di beberapa Desa dan dampaknya. Untuk ini, lanjut Suyono, yaitu banjir melanda 10 Desa. Kemudian kronologi kejadian bencana banjir yang melanda desa – desa di wilayah Kecamatan Cerme, penyebabnya ialah luapan air dari Kali Lamong dan curah hujan tinggi (15/03/2021).

Untuk Desa Dadapkuning air menggenangi sawah seluas 25 ha, tambak seluas 20 ha, Jalan Poros Desa Dadapkuning – Kedungsekar, sepanjang 200 m, ketinggian air 30 cm, serta jalan raya sepanjang 10 m dengan ketinggian air 3 cm. Kemudian di Desa Ngembung menggenangi sawah seluas 25 ha, Jalan Poros Desa sepanjang 50 m, ketinggian air 60 cm serta Jalan Usaha Tani sepanjang 150 m, serta ketinggian air 20 cm.

Serta Desa Sukoanyar, banjir menggenangi sawah seluas 5 ha, tambak seluas 2 ha dan Jalan Poros Desa terendam sepanjang 200 m, serta ketinggian air 5 cm. Selanjutnya Desa Guranganyar, air menggenangi 270 unit rumah Perum PCL yang airnya setinggi 80 – 100 cm. Sawah yang terendam seluas 60 ha, tambak seluas 40 ha, Jalan Poros Desa sepanjang 470 m dengan ketinggian air 30 – 60 cm.

Baca Juga  Parah, Jalan Raya Manyar Gresik Macet Kecepatan 1 Km/Jam

Jalan Lingkunganpun Terimbas

Sementara itu, untuk jalan lingkungan sepanjang 500 m dengan ketinggian air 20-40 cm. Kemudian di Desa Dungus, air menggenangi 350 unit rumah setinggi 20 – 50 cm, sawah seluas 55 ha. Tambak yang terendam air seluas 35 ha, Jalan Poros Desa sepanjang 1.500 m. Serta ketinggian air 50 – 100 cm dan Jalan Lingkungan sepanjang 700 m, serta air setinggi 30 – 60 cm.

Baca juga : Banjir Luapan Kali Lamong Melanda Benjeng

Sedangkan untuk Desa Morowudi Kecamatan Cerme air menggenangi 200 unit rumah, air setinggi 5 – 15 cm, sawah seluas 50 ha, tambak seluas 25 ha. Untuk Jalan Poros Desa (JPD) sepanjang 500 m dengan ketinggian air 10-25 cm. Kemudian jalan lingkungan sepanjang 400 m dengan ketinggian air 10-20 cm. Pada Ruas Jalan Raya sepanjang 600 m dengan ketinggian air 10 – 50 cm. Selanjutnya pada Desa Pandu air menggenangi sawah seluas 35 ha, tambak seluas 50 ha, dan JPD sepanjang 150 m dengan ketinggian air 25 – 40 cm.

Baca Juga  "Raksasa" Industri Manyar Gresik Dan Banjir Rob Yang Genangi Desa

Tak Luput, Iker – iker Geger Tergenang

Banjir yang melanda Desa Iker – Iker Geger, air menggenangi 20 unit rumah dengan ketinggian air 10-30 cm. Dan sawah seluas 104 ha, tambak 80 ha, serta JPD sepanjang 850 m dengan ketinggian air 30 – 60 cm. Sementara di Desa Betiting banjir yang melanda, menggenangi tambak seluas 60 ha. Wilayah Desa Tambak Beras air menggenangi 4 unit rumah dengan ketinggian air 5 – 10 cm. Dan tambak seluas 120 ha, JPD sepanjang 1.300 m dengan ketinggian air 10 – 40 cm. Serta jalan lingkungan sepanjang 100 m dengan ketinggian air 5 – 15 cm.

Ia menambahkan, dampak Banjir di Kecamatan Cerme tidak ada kerugian personil (Korban Jiwa). Sementara untuk kerugian materiil pada sawah dan tambak, serta sebagian pemukiman warga. Sedangkan situasi wilayah yang lain pada Wilayah Kecamatan Cerme masih aman.

Baca Juga  Kapolres Gresik Quick Respons Keluhan Warga Tindakan Debt Collector

Untuk merespon Banjir terkait, Pihak Kecamatan Cerme melakukan beberapa langkah, antara lain mendatangi lokasi banjir bersama Muspika. Kemudian melakukan pemantauan perkembangan debit air. Juga melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait. Laporan pendahuluan ini dibuat pada Senin tanggal 15 Maret 2021, pukul 12.00 WIB.

Share and Enjoy !

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.